I.
Pengkajian
A. Pengumpulan
Data
1. Identitas
a. Identitas
Klien
Nama : Tn.H
Umur : 38 tahun
Agama : islam
Jenis kelamin : laki – laki
Pendidikan : SMA
Pekerjaan : wiraswasta
Status pernikahan : kawin
Tanggal pengkajian : 04-06-2013
Tanggal masuk RS : 02-06-2013
No medrec :
302230
Diagnosa medis : Sindrom Dispepsi
Alamat : Jln.anyelir I no.99 RT.09 RW.14
b. Identitas Penanggung Jawab
Nama : Ny. E
Umur : 35 tahun
Agama : islam
Jenis Kelamin : perempuan
Pendidikan :
SMP
Pekerjaan : Ibu Rumah
Tangga
Hub dengan klien : istri
2. Riwayat
Kesehatan
a. Keluhan
Utama
Klien mengeluh panas badan
b. Riwayat
Kesehatan sekarang
Saat dilakukan pengkajian pasien
mengeluh badannya panas, panas bertambah jika pasien melakukan aktivitas dan
berkurang saat pasien istirahat dan tidur, panas pasien dirasakan seperti
terbakar, panas dirasakan di seluruh tubuh, panas pasien dialami sepanjang
hari, selain panas pasien juga mengeluh mual
c. Riwayat
kesehatan Dahulu
Pasien belum pernah dirawat di rumah
sakit dan belum pernah mengidap penyakit ini sebelumnya
d. Riwayat
kesehatan keluarga
Penyakit yang diderita pasien bukan
penyakit menular seperti hepatitis,TBC,dll dan tidak ada keluarga pasien yang
menderita penyakit menular
3. Pemeriksaan
Fisik
a. Keadaan
Umum
Kesadaran : Compos mentis
Penampilan : lemah
Tinggi Badan : 165 cm
Berat Badan : 55 kg
b. Tanda
– Tanda Vital
Tekanan darah :
mmHg
Nadi :
80x/menit
Respirasi : 18x/menit
Suhu :
39,0°C
c. Pengkajian
head to toe
1. Kepala
Rambut : distribusi : merata
warna :
hitam
kebersihan :
bersih
rambut :
tidak mudah rontok
2. Muka
Bentuk : lonjong
Warna : putih
Lesi : tidak ada
Trauma : tidak ada
3. Mata
Bentuk kedua mata : simetris
Konjungtiva : pink pucat
Pupil
: baik,
terbukti ketika diberi cahaya pupil
mengecil
Sklera
: putih
Gerakan
bola mata : baik, terbukti pasien
mengikuti gerakan jari
dengan
baik
Fungsi
penglihatan : baik, terbukti pasien
dapat membaca tanpa alat
Bantu
4. Hidung
Bentuk hidung : simetris
Lesi : tidak ada
Sekret : tidak ada
Mukosa hidung : merah muda
Kebersihan : bersih
Fungsi penciuman : baik, pasien dapat membedakan bau-bauan
5. Mulut
Bentuk bibir : simetris
Keadaan bibir : kering
Lidah : bersih
Jumlah gigi : 31
Fungsi
pengecapan : baik
6. Telinga
Bentuk kedua telinga : simetris
Lesi : tidak ada
Serumen : tidak ada
Fungsi
pendengaran : baik, terbukti pasien
dapat menjawab
pertanyaan dengan baik
7. Leher
Bentuk : simetris
KGB :
tidak ada
Pembesaran kelenjar : tidak ada
Nyeri menelan : tidak ada
8. Dada
Bentuk : simetris
Bunyi nafas paru : vesikuler
Pola nafas : teratur
Bunyi paru : vesikuler
Ekspansi paru : ekspansi paru kanan dan kiri
sama
Irama jantung : reguler
9. Perut
Bentuk : cembung
Nyeri tekan : ada
Bising usus : 8x/menit
Lesi : tidak ada
10. Punggung
Bentuk : simetris
Vocal premitus : baik
Tactil premitus : baik
11. Kulit
Warna : sawo matang
Keadaan kulit : lembab
Turgor kulit : baik, terbukti dapat kembali dengan cepat
Lesi : tidak ada
12. Ekstremitas
atas
Bentuk : simetris
Keadaan kuku : bersih
Pergerakan : terbatas, karena terpasang infus
Infus : terpasang RL
Kekuatan otot : 5 5
Reflek
bisep & Trisep : + +
13. Ekstremitas
bawah
Bentuk : simetris
Keadaan kuku : bersih
Pergerakan : bebas
Kekuatan otot :
5 5
Reflek patella :
+ +
14. Genitalia
Keadaan genitalia : bersih
Lesi :
tidak ada
Kateter :
tidak terpasang
Hemeroid :
tidak ada
4. Pola
aktifitas
No
|
Aktifitas
|
Di rumah
|
Di rumah sakit
|
1
|
Nutrisi
a.
Makan
Jenis
Frekuensi
Porsi
masalah
|
Nasi
2x/hari
1
porsi
Tidak
ada
|
Bubur
3x/hari
½
porsi
Mual
|
b.
Minum
Jenis
Frekuensi
masalah
|
Air
putih
1000cc
Tidak
ada
|
Air
putih
600cc
Tidak
ada
|
|
2
|
Eliminasi
a.
BAB
Frekuensi
Konsistensi
Masalah/kesulitan
|
1x/hari
Padat
Tidak
ada
|
Tidak
ada
|
b.
BAK
Frekuensi
Warna
kesulitan
|
5x/hari
Kuning
jernih
Tidak
ada
|
3x/hari
Kuning
Tidak
ada
|
|
3
|
Personal
Hygiene
a.
Mandi
b.
Gosok gigi
c.
Keramas
|
2x/hari
2x/hari
2x/minggu
|
1x/hari
1x/hari
Belum
pernah
|
4
|
Istirahat
dan Tidur
a.
Tidur siang
b.
Tidur malam
c.
masalah
|
-
8
jam/hari
Tidak
ada
|
4
jam/hari
6
jam/hari
Panas
dan mual
|
5
|
Aktifitas
sehari – hari
a.
olah raga
jenis
frekuensi
b.
kegiatan di waktu luang
|
Bulu
tangkis
2
minggu/x
Bermain
bulu tangkis
|
Tidak
pernah
-
|
5. Data
Psikologis
a. Status
emosi
Status emosi pasien stabil ditandai dengan
ketika diajak berkomunikasi pasien kooperatif dan sesekali tersenyum
b. Konsep
diri
1. Body
image
Pasien merasa tidak berdaya dengan
keadaannya yang lemah saat ini dan pasien menerima keadaanya, serta pasien
tidak pernah mengeluh terhadap kondisi tubuhnya
2. Identitas
diri
Pasien menerima dirinya sebagai
laki-laki dan menjalankan kodratnya selayaknya laki-laki
3. Ideal
diri
Pasien berharap untuk kesembuhannya,
pasien selalu berdoa untuk kesembuhannya
sehingga dapat beraktiva kembali dan berkumpul dengan keluarganya
4. Peran
Sebelum dirawat di rumah sakit pasien
menjalankan perannya sebagai kepala keluarga, suami dan ayah dari anak-anaknya,
saat masuk rumah sakit pasien tidak dapat menjalankan perannya seerti biasanya
5. Harga
diri
Klien merasa dihargai dengan mendapatkan
pelayanan dari rumah sakit
6. Data
sosial
Hubungan sosial pasien baik, terbukti
pasien selalu berinteraksi dengan pasien yang lain dan perawat, serta
orang-orang yang menjenguknya
7. Data
Spritual
Pasien beragama islam, terlihat dari
keluarga pasien yang selalu melakukan ibadah dan psien yang selalu berdoa
kepada tuhan untuk kesembuhan penyakitnya
8. Data
Penunjang
1. Laboraturium
Jenis Pemeriksaaan
|
Hasil
|
Nilai Rujukan
|
Hematologi
Hemoglobin
Leukosit
Hematokrit
Trombosit
|
13,1
10.000
40
90.000
|
L=
14-17 P=12-16
D=
4000-10.000
L=
40-50 P= 35-40
150.000
– 450.000
|
Uji widal
Jenis Pemeriksaaan
|
Hasil
|
Nilai Rujukan
|
Satuan
|
Salmonella Thypi O
Salmonella Parathypi
AO
Salmonella Parathypi
BO
Salmonella Parathypi
CO
Salmonella Thypi H
Salmonella Parathypi
AH
Salmonella Parathypi
BH
Salmonella Parathypi
CH
|
-
-
-
-
-
-
-
-
99
|
74
- 110
|
mg/dl
|
2. Terapi
medis
NO
|
Nama Obat
|
Dosis
|
Cara Pemberian
|
Waktu Pemberian
|
1
2
3
4
5
6
7
|
RL
Lanso
Corovit
Paracetamol
Gastroper
Nucral
Pranza
|
1x1
1x1
3x1
1x40
mg
3x2
1x40
|
Melalui
infus
Intra
vena
Intra
vena
Oral
Intra
vena
Oral
Oral
|
09.00
09.00
|
B.
Analisa
Data
No
|
Data
|
Kemungkinan Penyebab dan Dampak
|
Masalah
|
1
|
DS :
·
Klien mengeluh badannya
Panas
DO : -
·
Klien tampak lemas
·
S : 39,0°c
·
ketika di
palpasi dahi pasien
teraba panas
|
Bakteri,Virus,bahan
toksin
Masuk
ke dalam tubuh
Difagositosis
oleh leukosit
Absorpsi
pada saluran cerna
Hipotalamus
Peningkatan
suhu tubuh
Hipertermi
|
Hipertermi
berhubungan dengan adanya proses inflamasi
|
2
|
DS :
·
Klien mengeluh mual
·
Klien merasa perutnya tidak
nyaman
DO
:
·
Pasien terlihat lemas
·
Pasien terlihat kesakitan Porsi
makan pasien
·
berkurang dari 1 porsi menjadi ½ porsi
·
bising usus 8x/menit
|
Obat, Virus, dan Toksin
Nutrisi berkurang
Lambung menjadi kosong
Erosi
Peningkatan HCL
Medula oblongata
Impuls
Muntah
|
Gangguan nutrisi
kurang dari kebutuhan berhubungan dengan mual-muntah
|
3
|
DS :
·
Klien mengatakan tidurnya terganggu
·
Klien mengatakan selalu terbangun
ketika tidur
DO
:
·
Kebutuhan tidur berkurang dari 8
jam menjadi 6 jam/hari
·
Kantung mata tampak hitam
·
Pasien tampak lemas dan lesu
|
Penigkatan Suhu tubuh
Hipotalamus
Perubahan sistem saraf dan hormonal
Metabolisme terganggu
Ke tidak nyamanan
Perubahan pola tidur
|
Gangguan pola tidur
berhubungan dengan penigkatan suhu tubuh
|
C. Diagnosa
Keperawatan Berdasarkan Prioritas Masalah
NO
|
Diagnosa
Keperawatan
|
Tanggal
Ditemukan
|
|
Nama
Perawat
|
Paraf
|
||
1
2
3
|
Hipertermi
berhubungan dengan adanya proses inflamasi
Gangguan
nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan mual muntah
Gangguan
pola tidur berhubungan dengan peningkatan suhu tubuh
|
Tanggal
: 04-06-2013
Tanggal
: 04-06-2013
Tanggal
: 04-06-2013
|
|
3.
Perencanaan
NO
|
Diagnosa
Keperawatan
|
Tujuan
|
Intervensi
|
Rasional
|
1
|
Hipertermi
berhubungan dengan adanya proses inflamasi, ditandai dengan :
DS :
·
Klien mengeluh badannya
Panas
DO : -
·
Klien tampak lemas
·
S : 39,0°c
·
ketika di
palpasi dahi pasien
teraba panas
|
Tupan
:
Hipertermi
pasien teratasi
Tupen
:
Setelah
dilakukan perawatan selama ± 2 hari, suhu pasien kembali normal dengan
kriteria :
·
klien tidak mengeluh panas lagi
·
klien terlihat segar
·
suhu kembali normal menjadi 37- 38°c
|
·
observasi tanda-tanda vital
·
anjurkan pasien untuk istirahat
·
berikan kompres hangat
·
anjurkan pasien untuk banyak minum
·
kolaborasi dengan dokter untuk pemberian terapi
obat
|
·
mengukur kondisi klinis pasien
·
mengurangi aktivitas pasien yang mungkin akan
meningkatkan kondisi penyakit pasien
·
membantu menurunkan panas yang dialami pasien
·
dapat membantu dalam pengaturan suhu tubuh
·
menurunkan panas dan membunuh kuman yang
menyebabkan infeksi
|
2
|
Gangguan
nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan mual-muntah, ditandai dengan
:
DS :
·
Klien mengeluh mual
·
Klien merasa perutnya tidak
nyaman
DO
:
·
Pasien terlihat lemas
·
Pasien terlihat kesakitan
·
Porsi makan pasien berkurang dari
1 porsi menjadi ½ porsi
·
Bising usus
8x/menit
|
Tupan
:
Rasa
mual pasien teratasi
Tupen
:
Setelah
dilakukan perawatan selama ± 2 hari, kebutuhan nutrisi pasien terpenuhi
dengan kriteria :
·
Klien tidak mengeluh mual lagi
·
Klien merasa nyaman
·
Pasien terlihat segar
·
Pasien tidak tampak kesakitan lagi
·
Porsi makan pasien meningkat dari ½ porsi menjadi 1 porsi
·
Bising usus kembali normal
menjadi 6-7x/menit
|
·
Anjurkan pasien untuk istirahat
·
Beri makan pasien sedikit tapi sering
·
Anjurkan klien untuk menghindari makanan yang
dapat meningkatkan asam lambung
·
Berikan makanan pasien dalam keadaan hangat
·
Kolaborasi dengan dokter untuk pemberian terapi
obat
|
·
Mengurangi aktivitas yang dapat meningkatkan kerja
usus
·
Menjaga asuan nutrisi pasien tetap terpenuhi
·
Mencegah terjadinya peningkatan asam lambung
·
Membantu meningkatkan nafsu makan pasien
·
Membantu mengatasi rasa mual dan membantu
menurunkan asam lambung
|
3
|
Gangguan
pola tidur berhubungan dengan penigkatan suhu tubuh, ditandai dengan :
DS :
·
Klien mengatakan tidurnya
terganggu
·
Klien mengatakan selalu terbangun
ketika tidur
DO
:
·
Kebutuhan tidur berkurang dari 8
jam menjadi 6 jam/hari
·
Kantung mata tampak hitam
·
Pasien tampak lemas dan lesu
|
Tupan
:
Gangguan
pola tidur pasien teratasi
Tupen
:
Setelah
dilakukan perawatan selama ± 2 hari, pasien dapat tidur dengan nyenyak,
dengan kriteria hasil :
·
Klien mengatakan tidurnya tidak terganggu
·
Klien megatakan tidak terbangun ketika tidur
·
Kebutuhan tidur pasien meningkat menjadi 7-8
jam/hari
·
Kantung mata tidak tampak hitam
·
Pasien tampak segar
|
·
Kaji masalah gangguan tidur pasien
·
|
·
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar